DESA MARGAHURIP
KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG
PROVINSI JAWA BARAT
Selasa, 27 Januari 2026
Kegiatan Imunisasi terpusat yang berlokasi di Polindes Kp. Astaraja RT 004 RW 004 Desa Margahurip Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.
Dengan kegiatan Sebagai berikut:
- Hepatitis B (HB-0) = vaksin untuk mencegah penyakit hepatitis B
- Polio Tetes 1 (OPV 1) BCG = Berfungsi untuk mencegah penyakit polio tipe 1 dan 3. Diberikan pada usia 1, 2, 3 dan 4 bulan.
- - DPT-HB-Hib 1 = Imunisasi DPT-HB-Hib merupakan singkatan dari vaksin Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh anak untuk memproduksi antibodi.
- Polio Tetes 2 (OPV2)
- PCV 1
- RV 1 - DPT-HB-Hib 2
Polio Tetes 3 (OPV 4)
Polio Suntik 1 (IPV 1)
RV 3 - Campak Rubela 1
Polio Suntuk 2 (IPV 2) - JE*
- PVC 3
- DPT-HB-Hib 4
Campak Rubela 2
Mengapa Vaksin Polio Penting?
Vaksin polio, baik dalam bentuk tetes mulut (Oral Polio Vaccine/OPV) maupun suntikan (Inactivated Polio Vaccine/IPV), bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi melawan virus polio.
Antibodi ini memberikan perlindungan jangka panjang, bahkan seumur hidup, jika diberikan sesuai jadwal yang direkomendasikan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai indikator kesehatan yang telah diperbaharui pada tanggal 11 Desember 2024 mengatakan bahwa jumlah balita yang pernah mendapat imunisasi Polio tahun 2024 sekitar 90,37, sedangkan pada tahun 2023 hanya 83,94% yang artinya ada peningkatan 6,43%.
Bagi Anda para orang tua yang masih belum melakukan vaksin polio terhadap anaknya, ada beberapa manfaat utama yang bisa dirasakan sejak dini.
1. Melindungi Anak dari Kelumpuhan Permanen
Vaksin polio mencegah infeksi virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Data dari WHO menunjukkan bahwa kurang dari 2% penderita polio mengalami kelumpuhan, tetapi dampaknya sangat serius, mulai dari ketidakmampuan bergerak hingga kematian akibat gagal napas.
Dengan imunisasi lengkap, risiko ini dapat ditekan hingga mendekati nol. Di Indonesia, jadwal imunisasi polio mencakup empat dosis OPV (usia 1, 2, 3, dan 4 bulan) dan dua dosis IPV (usia 4 dan 9 bulan), yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap ketiga strain virus polio.
2. Mencegah Penularan Virus
Salah satu keunggulan vaksin polio, terutama OPV adalah kemampuannya untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).
Ketika sebagian besar anak di suatu wilayah telah divaksinasi, penyebaran virus polio dapat dihentikan, melindungi bahkan mereka yang belum divaksin.
Hal ini sangat penting mengingat virus polio dapat menyebar dengan cepat terutama untuk menyerang sistem saraf anak.
3. Meminimalisir Biaya Pengobatan
Imunisasi polio tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mencegah beban ekonomi akibat pengobatan jangka panjang atau disabilitas permanen.
Para penderita polio yang mengalami kelumpuhan seringkali membutuhkan perawatan medis intensif, alat bantu, dan rehabilitasi seumur hidup.
Program imunisasi gratis dari Kementerian Kesehatan RI melalui posyandu dan puskesmas membantu keluarga menghemat biaya kesehatan di mendatang sekaligus menciptakan antibodi tubuh.
4. Perlindungan Jangka Panjang
Vaksin polio khususnya IPV memberikan kekebalan yang sangat kuat dan tahan lama terhadap poliovirus, sehingga bisa menjadi investasi kesehatan di masa depan.
5. Memastikan Perkembangan Anak Optimal
Anak yang terhindar dari polio dapat dikategorikan memiliki tumbuh kembang yang optimal karena tidak mengalami kecacatan fisik, sehingga membuat mereka lebih maksimal dalam melakukan berbagai aktivitasnya.
"Imunisasi terpusat" merujuk pada pelaksanaan program imunisasi rutin yang terintegrasi dan terkoordinasi di tingkat desa atau wilayah untuk memastikan cakupan imunisasi yang maksimal bagi balita dan anak-anak. Kegiatan ini diprioritaskan pemerintah dan biasanya dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau posyandu, dengan tujuan melindungi anak-anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).